4 Upaya Mencegah Kelahiran Prematur yang Perlu Bunda Ketahui

Kelahiran prematur memang menjadi salah satu kondisi umum yang terjadi pada proses persalinan. Bahkan para ahli pun belum mengetahui secara pasti, apa saja yang menjadi penyebab kondisi ini. Namun dengan konsultasi rutin ke klinik dokter kandungan, maka kondisi bayi yang sehat tentunya akan bunda dapatkan. Di samping itu, lakukan beberapa upaya pencegahan seperti berikut.

 

Mencegah Bayi Lahir Prematur

  1. Hindari Rokok, Alkohol, dan Narkoba

Jika anda termasuk orang yang merokok, maka sebaiknya anda segera berhenti merokok apabila ingin bayi lahir dengan normal dan cukup bulan. Pun dengan alkohol dan narkoba yang memang tidak baik bagi kesehatan maupun janin di dalam kandungan. Tidak hanya membuat bayi lahir prematur, semua hal ini dapat membuat bayi lahir dalam keadaan cacat.

Apabila rokok sebelumnya sudah menjadi kebiasaan sehari hari sehingga terasa sangat sulit untuk meninggalkannya. Maka anda dapat berkonsultasi dengan dokter, yang mana dokter bisa memberikan program yang tepat agar anda bisa berhenti merokok. Dengan begitu, maka perkembangan janin akan berlangsung baik dan besar kemungkinan bayi lahir cukup bulan.

 

  1. Minum Asam Folat

Saat berkonsultasi ke klinik dokter kandungan, acap kali ibu hamil akan dianjurkan untuk mengonsumsi asam folat. Bahkan dokter juga sering merekomendasikan asam folat ini meskipun seseorang tidak memiliki rencana hamil dalam waktu dekat. Sebab konsumsi asam folat sesuai dengan kebutuhan dalam jangka panjang, akan membantu mencegah cacat lahir.

Asam folat juga dinilai mampu menurunkan peluang kelahiran bayi prematur. Dimana kandungan asam folat tersebut bisa anda dapatkan dari mengonsumsi berbagai makanan yang secara alami mengandung zat tersebut, seperti buah buahan atau sayuran hijau. Selain itu, anda juga bisa mendapatkan asam folat dari multivitamin untuk memenuhi kebutuhannya.

 

  1. Memperhatikan Jarak Kehamilan

Memperhatikan jarak kehamilan antara kehamilan pertama dan kedua penting untuk dilakukan. Karena jarak kehamilan yang terlampau dekat bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur pada kehamilan selanjutnya. Jarak yang ideal untuk kelahiran berikutnya setelah proses persalinan sebelumnya adalah 18 bulan atau lebih.

 

  1. Menjaga Berat Badan Sehat

Berat badan sehat yang dimaksud di sini adalah tidak terlalu rendah maupun berlebihan. Memiliki berat badan sehat tersebut akan membantu mencegah komplikasi selama masa kehamilan, termasuk risiko bayi lahir prematur. Dalam hal ini, konsultasi ke klinik dokter kandungan tentu akan sangat membantu.

Sebab dalam kondisi hamil, anda tidak boleh melakukan olahraga sembarangan untuk menjaga berat badan ideal. Bisa jadi diet atau olahraga yang dilakukan justru membuat timbangan berat badan naik turun tidak menentu, yang justru tidak baik untuk janin. Sebagai gantinya, anda perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang direkomendasikan dokter.

Itulah berbagai upaya yang dapat anda lakukan untuk mencegah kelahiran prematur. Karena meskipun kondisi lahir prematur ini terbilang cukup umum, namun banyak risiko kesehatan yang dapat dialami oleh bayi jika lahir belum cukup bulan. Maka dari itu, melakukan check up rutin ke dokter kandungan selama masa kehamilan sangat penting dilakukan.

Info lebih lanjut : https://www.omdc.co.id