Faktor yang  Berpengaruh Terhadap Kerusakan Biji-Bijian Benih

Faktor yang  Berpengaruh Terhadap Kerusakan Biji-Bijian Benih

 

 

Kerusakan biji-bijian benih merupakan proses yang terjadi secara alami dan terjadi seiring dengan berjalannya waktu yang diakibatkan oleh beberapa faktor eksternal. Beberapa faktor berkontribusi terhadap laju kerusakan biji benih yang mengakibatkan kerusakan fisik, fisiologis, dan perubahan biokimia pada biji.

Perubahan tersebut akan menyebabkan ketahanan dan umur simpan benih biji menjadi semakin singkat dan akhirnya menurunkan nilai jual biji benih. Perlindungan biji-bijian harus dilakukan dengan terstruktur untuk mencegah kerugian akibat kerusakan tersebut.

Fase kerusakan biji-bijian benih

Kerusakan pada benih biji terjadi sesaat setelah benih biji mencapai tingkat kematangannya. Benih biji yang telah matang harus mendapatkan perlindungan yang sangat baik agar tidak terpapar oleh faktor lingkungan yang dapat memicu kerusakan seperti kelembaban, temperatur, tekanan biotik, dan lain-lain.

Kerusakan biji dipengaruhi oleh beberapa faktor pada setiap fase hidup biji. Fase yang dialami oleh biji antara lain pra panen, panen dan pasca panen, penyimpanan di gudang, transport dan transit.

Pra panen

Penyimpanan biji benih dimulai di lapangan dan biji berkualitas tinggi membutuhkan kondisi pra panen yang optimum.

Kualitas benih biji seperti kapasitas perkecambahan, viabilitas, dan kesehatan biji dipengaruhi oleh lokasi dan cuaca.

Kondisi lingkungan yang panas dan lembab akan mempengaruhi penurunan kualitas pada benih biji yang telah matang. Sedangkan, musim hujan yang berkepanjangan akan mengakibatkan peningkatan kadar air dan respirasi pada benih biji dan memicu aktivitas fungi yang akan menyebabkan kerusakan kualitas biji.

Proses pelapukan juga mengakibatkan terjadinya kerusakan mutu pada benih biji. Pelapukan dapat dihindari dengan memastikan waktu panen yang tepat waktu untuk menghindari paparan terhadap kelembaban.

Dengan memperhatikan faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya kerusakan kulitas benih biji, maka akan dapat memberikan perlindungan yang baik kepada benih biji.

Panen dan pasca panen

Perlindungan benih biji pada masa panen dan pasca panen harus memperhatikan pada titik-titik kritis selama proses pengeringan, pengolahan, pengumpulan, penanganan, dan transportasi.

Selain itu, kerusakan mekanis juga sering dialami oleh benih biji yang mengalami kerusakan atau luka selama penanganannya. Benih biji yang pecah atau rusak akan memicu masuknya mikroorganisme merugikan ke dalam benih biji.

Penyimpanan pada gudang

Penyimpanan pada gudang akan memberikan perlindungan terhadap benih biji (grain protection) dan mempertahankan umur simpannya lebih lama.

Penanganan kualitas biji pada saat penyimpanan di gudang harus memperhatikan beberapa faktor seperti kelembaban, viabilitas biji, dan temperatur ruangan gudang.

Meskipun benih biji telah disimpan dengan baik, namun kerusakan biji tetap tidak dapat dihindari, namun laju kerusakannya bergantung terhadap kualitas benih biji itu sendiri.

Benih biji dengan viabilitas yang tinggi dapat mempertahankan umur simpannya lebih lama dibandingkan dengan benih biji dengan tingkat viabilitas yang rendah.

Selain itu, benih biji yang memiliki luka atau pecah akibat proses penanganan yang kurang berhati-hati akan mudah mengalami kerusakan lebih cepat dibandingkan dengan benih biji yang tidak mengalami kerusakan sama sekali.

Panas yang terjadi selama proses pengolahan benih biji dapat memicu aktivitas mikroorganisme yang merugikan. Proses pertumbuhan mikroorganisme muncul ketika ada panas dan oksigen yang cukup.

Transport dan transit

Benih biji yang telah disimpan di dalam gudang selama beberapa waktu kemudian akan dibawa keluar gudang untuk didistribusikan dengan menggunakan alat transportasi. Selama proses transportasi, perlu dilakukan pengukuran terhadap kondisi benih biji.

Proses pengukuran tersebut akan memberikan perlindungan terhadap benih biji yang telah melalui berbagai proses mulai dari penanaman hingga penyimpanan di dalam gudang.